Jangan Sampai Kekeliruan Kecil “Tersandra” Kebohongan Besar

MENTOK LBC — Gelombang klarifikasi serta bantahan dari jajaran Polres Bangka Barat, merebak pasca santernya kabar penangkapan Taycoy seorang bos meja goyang.

Informasi yang diperoleh redaksi Babelupdate.com, Taycoi dan sejumlah anak buahnya diamankan anggota Sat Reskrim di Dusun Pait Jaya, Desa Belo Laut, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat.

Selain Taycoi dan kaki tangan, dalam penggerbekan tersebut polisi juga berhasil mengamankan barang bukti 12 karung pasir timah yang belum dibersihkan, mobil Hilux milik Taycoi.

Namun informasi yang dirangkum redaksi dari berbagai sumber dibantah Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha dan Kasat Reskrim dan Kasat Reskrim AKP Fajar Riansyah Pratama. Mereka mengklaim pemberitaan tersebut tidak berdasarkan data, konfirmasi resmi bahkan hoax.

Heemzzzzz!!! Katanya tidak bedasarkan data atau konfirmasi?

Biar tidak gagal paham seyogyanya
data dan informasi wartawan merujuk pada jenis informasi yang dikumpulkan dan dilaporkan wartawan serta cara penyampaiannya. Ini termasuk data yang dikumpulkan melalui berbagai sumber seperti wawancara, observasi, dan dokumen.

Lalu informasi Fakta, keterangan, atau data diolah dan disusun menjadi sebuah narasi atau laporan berita.

Lantas apakah sejumlah nama-nama terduga pelaku bos dan pegawai yang berhasil dirangkum awak media seperti Taycoi, Sukidi dan istrinya Eti bukan sebuah data dan informasi?

Material yang kata sumber media dijarah dari limbah Wasri PT Timah. Material tersebut dibawa dari Wasri ke lokasi meja goyang menggunakan ojek motor apakah itu bukan berarti dan informasi?.

Ah sudah la!! toh semua pihak punya terkait yang diberikan memiliki hak untuk menyamakan klarifikasi sekaligus bantahan. Dan wartawan punya kewajiban memuat berita klarifikasi dan bantahan tersebut. Tinggal publik yang menilai.

Begitu juga soal konfirmasi yang konon katanya tidak dilakukan wartawan.
Padahal salah satu anggota Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Babel telah melayangkan konfirmasi secara detail kepada Kapolres Bangka Barat.

Mulai seputar, penangkapan dan keberadaan Taicoy saat penggerbekan berlangsung, kabar diamankan Taicoy sebelum akhirnya santer dikabarkan dilepaskan polisi semua terkonfirmasi. Hanya saja ‎jawaban Kapolres yang kala itu singkat dan datar.

‎“Pada intinya, persoalan tersebut masih berproses. Terima kasih,” tulisnya dalam pesan singkat WhatsApp.

‎Sebuah jawaban yang seolah menyimpan jarak, tanpa ruang tafsir untuk publik yang berhak tahu lebih. ‎Jika demikian, mengapa klarifikasi yang lebih gamblang baru muncul setelah ramai diberitakan?

‎Bukankah konfirmasi seharusnya menjadi jembatan komunikasi, bukan tembok pembatas antara wartawan dan aparat kepolisian?.

‎Soal kekeliruan penulisan (typo) yang terjadi di salah satu media anggota JMSI Babel, Buletinexpres.com, bagi saya sebagai penulis itu
kekhilafan manusiawi. Tak jarang pewarta lainnya pun melakukan hal demikian. Yang terpenting Kekeliruan itu tersebut sedemikian mungkin segera diralat. Clearr!

‎Dari belasan media yang tergabung dalam JMSI Babel, terkoreksi hanya satu media yang keliru dalam redaksi penulisan. Objek tulisan yang tadinya soal meja goyang Taicoy tertulis tentang “Praktik Perjudian”.

‎Artinya apa, kekeliruan ini bukan disengaja atau ada upaya manipulasi informasi, melainkan murni kesalahan teknis, sementara sumber, data dan objek di lapangan tetap sama. Jangan sampai kekeliruan kecil tadi justru mengaburka fakta sebenarnya. Publik menanti!

Karena upaya pengkerdilan terkait prodak berita yang dimuat JMSI terbukti. Sejumlah berita klarifikasi dan bantahan soal berita perjudian secara masif sengaja disebarluaskan oleh jajaran Polres Bangka Barat melalui bagian Humas.

Pengaburan narasi soal topik berita meja goyang Taicoy menjadi perjudian telah terbit di sejumlah platform media online.

Mengapa lantas muncul asumsi ada dugaan upaya pengkerdilan prodak-prodak berita dan pengaburan fakta sesungguhnya
?

Terkuak ada susulan rilis yang kembali disebarkan Humas Polres Bangka Barat. Namun kali ini, narasi dan klasifikasi soal Perjudian tersebut mereka pangkas. Topik rilis berita kedua fokus ke penggerbekan dan penangkapan bos meja Goyang Taycoi.

Jadi wajar jika timbul asumsi
adanya upaya pengkerdilan sebuah karya jurnalistik, ada upaya pengaburan dalam kasus Taycoi? Jangan sampai kekeliruan kecil tersandra kebohongan besar.

( JMSI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *