PANGKALPINANG LBC — Hubungan antara korporasi besar dan organisasi media kini tak lagi sekadar soal narasumber dan pelapor. Dalam sebuah pertemuan penuh keakraban di Sekretariat Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Babel, Jalan Singapore, Senin (30/03/2026), PT Timah Tbk dan insan pers duduk bersama untuk merajut sinergi yang lebih substantif.
Kunjungan jajaran Humas PT Timah Tbk yang dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Komunikasi Perusahaan ( Corcom / Corporate Communication), Anggi Siahaan, disambut hangat oleh Ketua JMSI Babel, Supri (Ucup), Sekretaris Wahyu Kurniawan, serta Dewan Pakar Replianto. Pertemuan ini menjadi panggung diskusi strategis mengenai kemandirian ekonomi organisasi dan standarisasi kerja sama media.
Salah satu poin menarik yang mencuat adalah keberanian JMSI Babel untuk melangkah ke sektor riil. Ucup memaparkan rencana jangka panjang organisasi untuk mengelola peternakan sapi sebagai upaya memperkuat finansial organisasi.
”Program ini sudah lama kami gaungkan. Kami berharap PT Timah dapat memberikan dukungan awal, setidaknya untuk pengadaan tiga ekor sapi sebagai stimulan. Kedepannya, kami juga akan menggandeng mitra lain seperti Bank Sumsel Babel, PLN, hingga BRI,” ungkap Ucup optimis.
Replianto, selaku Dewan Pakar, menambahkan bahwa rencana ini bukan sekadar wacana. Dengan pengalaman teknis yang ia miliki dalam mengelola peternakan di perusahaan sebelumnya, ia meyakini program ini memiliki prospek cerah jika didukung oleh ekosistem BUMN yang kuat.
Selain urusan operasional ternak, diskusi berubah menjadi lebih serius saat membahas “dapur” redaksi dan standarisasi perusahaan pers.
Edoy, anggota JMSI Babel, melontarkan catatan kritis terkait pentingnya penyeragaman standar badan hukum bagi seluruh anggota.
Ia menegaskan bahwa di era keterbukaan informasi ini, perusahaan pers tidak lagi bisa dikelola secara perorangan. Sesuai amanat regulasi, setiap media yang tergabung dalam JMSI wajib berbentuk Perseroan Terbatas (PT) atau badan hukum resmi lainnya yang disahkan negara.
”Ini bukan sekadar soal administrasi, tapi soal pertanggungjawaban publik. Dengan status badan hukum PT, sebuah perusahaan pers memiliki entitas yang jelas, sehingga produk jurnalistik yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan profesional,” tegas Edoy.
Merespons hal tersebut, Kepala Bidang Komunikasi Perusahaan ( Corcom / Corporate Communication) , Anggi Siahaan, mengamini pentingnya aspek legalitas tersebut.
Ia menjelaskan bahwa PT Timah sangat berhati-hati dalam menjalin kemitraan dan selalu menjadikan status verifikasi serta bentuk badan hukum sebagai indikator utama.
”Kami sangat menghargai komitmen rekan-rekan JMSI dalam menertibkan administrasi anggotanya. Bagi kami, bekerja sama dengan media yang sudah berbentuk PT dan terverifikasi faktual adalah jaminan bahwa kemitraan ini dibangun di atas landasan profesionalisme yang kokoh,” jelas Anggi.
Menutup diskusi yang berlangsung santai namun berisi tersebut, Anggi Siahaan memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif dan keterbukaan JMSI Babel.
Terkait proposal bantuan sapi maupun penguatan kerja sama media, pihak PT Timah menyatakan akan menindaklanjutinya sesuai prosedur perusahaan.
”Aspirasi dan usulan ini kami tampung terlebih dahulu untuk kemudian diproses lebih lanjut sesuai mekanisme yang berlaku di internal perusahaan,” pungkas Anggi.
Pertemuan ini diakhiri dengan tawa dan canda, menandai babak baru kolaborasi yang lebih sehat antara raksasa timah tanah air dengan para pemilik media siber di Negeri Serumpun Sebalai. (Tim/JMSI)











