Pustu Temberan Yang Mubazir 

PANGKALPINANG  LBC — Di tengah kebutuhan layanan kesehatan dasar yang masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah, sebuah bangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Kelurahan Temberan Kecamatan Bukit Intan Kota Pangkalpinang justru berdiri sunyi—tanpa aktivitas, tanpa tenaga medis, dan tanpa manfaat bagi warga.

Pustu yang berlokasi di Jalan Raya Pasir Padi itu dibangun menggunakan Dana APBD Kota Pangkalpinang Tahun 2024 dengan nilai fantastis, mencapai Rp 895 juta lebih. Namun ironisnya, sejak rampung pada akhir 2024 bangunan tersebut tak pernah difungsikan sebagaimana mestinya.

“Sejak selesai akhir 2024, Pustu itu terbengkalai. Dibiarkan seperti itulah. Entah untuk apa dibangun kalau tidak dipakai,” ungkap Leman, warga sekitar, Senin (30/3/2026).
Pantauan di lapangan memperkuat keluhan warga. Pintu bangunan terkunci rapat, halaman tampak tidak terurus dengan ilalang di sekitar bangunan dan tidak ada tanda-tanda aktivitas pelayanan kesehatan. Alih-alih menjadi pusat layanan, bangunan tersebut kini menyerupai aset mati yang pelan-pelan tergerus waktu.

 

Jejak Mubazir Anggaran
Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terkait perencanaan dan pengawasan proyek. Bagaimana mungkin fasilitas publik yang menghabiskan hampir Rp 1 miliar uang rakyat bisa dibiarkan tanpa fungsi lebih dari satu tahun?
Dalam konteks pengelolaan keuangan daerah, proyek semacam ini berpotensi masuk dalam kategori pemborosan anggaran (inefficiency spending), bahkan bisa mengarah pada dugaan maladministrasi jika ditemukan unsur kelalaian atau kesengajaan dalam proses perencanaan hingga pemanfaatannya.
Tidak adanya kejelasan dari pihak terkait semakin mempertegas dugaan adanya “missing link” antara pembangunan fisik dan kesiapan operasional.

 

Fungsi Pustu yang Terabaikan

Secara konsep, Puskesmas Pembantu (Pustu) merupakan perpanjangan tangan Puskesmas induk yang berfungsi mendekatkan layanan kesehatan dasar kepada masyarakat, terutama di wilayah pinggiran atau dengan akses terbatas.
Fungsi utama Pustu meliputi:
Pelayanan kesehatan dasar (pemeriksaan umum, pengobatan ringan)
Pelayanan ibu dan anak (KIA), termasuk imunisasi
Penyuluhan kesehatan masyarakat
Penanganan awal kasus darurat sebelum dirujuk
Keberadaan Pustu seharusnya menjadi garda terdepan dalam mencegah penyakit dan meningkatkan kualitas kesehatan warga. Namun di Temberan, fungsi tersebut tidak berjalan—bahkan belum pernah dimulai.

 

Minim Transparansi, Publik Dirugikan
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari dinas terkait mengenai alasan mangkraknya Pustu tersebut. Apakah terkendala tenaga medis? Perizinan? Atau ada persoalan lain yang lebih kompleks?
Ketiadaan informasi ini tidak hanya menimbulkan spekulasi, tetapi juga memperlihatkan lemahnya transparansi dalam pengelolaan proyek publik.
Jika dibiarkan berlarut-larut, kondisi ini bukan hanya soal bangunan kosong, tetapi simbol kegagalan tata kelola—di mana anggaran besar tidak berbanding lurus dengan manfaat yang diterima masyarakat.

Kini, warga hanya bisa menatap bangunan itu dari luar pagar—sebuah Pustu yang seharusnya menyembuhkan, namun justru menyisakan tanda tanya besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *