Wawako Desy Ayu Trisna:  Baru Pertama Kali Kumpul, Satgas MBG dan SPPG Diminta Perbaiki Komunikasi dan Standar

PANGKALPINANG LBC– Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Desy, menyoroti lemahnya komunikasi antar pemangku program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama enam bulan masa jabatannya.

Dalam forum silaturahmi bersama Satgas Percepatan MBG, Desy menyebut baru kali ini seluruh pihak berkumpul. “Saya tanya, apakah sudah pernah duduk bersama untuk silaturahmi, bahkan saling mengenal? Ternyata belum pernah. Dengan Pemkot sudah, tapi dengan kami baru kali ini,” ujarnya.

Forum tersebut dihadiri Sekda Kota Pangkalpinang, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Damri Haris yang juga Sekretaris MBG, Ketua SPPG, jajaran Satgas MBG, kepala perangkat daerah, kepala SPPG, Kepala BPOM, dan Kepala Regional BPOM Provinsi Bangka Belitung.

Desy menegaskan tujuan utama MBG adalah meningkatkan gizi anak, memperkuat SDM, dan menggerakkan ekonomi lokal. Karena itu, seluruh pihak diminta bergerak sesuai koridor aturan agar program tepat sasaran.

Beberapa masalah yang diungkap:

– *Standar belum terpenuhi*: Masih ada SPPG yang belum punya sertifikat sanitasi higienis SHS, NIB, dan sistem pengelolaan limbah yang memadai.

– *Pengelolaan sampah*: Wawako mengingatkan agar pembuangan sampah sesuai aturan Pemkot, sejalan dengan program nasional Presiden Prabowo “Indonesia Bersih”.

– *Tata kelola lemah*: Data supplier belum lengkap dan ada laporan kualitas makanan tidak layak konsumsi.

– *Kontrol kualitas*: Dugaan dampak lingkungan muncul karena pengawasan belum konsisten.

“Yang kita inginkan, tujuan pemerintah tercapai: gizi masyarakat terpenuhi, ekonomi lokal bergerak cepat. Tolong standar dipenuhi, data supplier dilengkapi, lingkungan dan kualitas makanan dijaga,” tegas Desy.

Ia juga menyampaikan arahan Wali Kota yang berhalangan hadir. Satgas dan SPPG diminta segera berkoordinasi jika belum paham prosedur, agar output MBG benar-benar dirasakan masyarakat.

Mau ditambah kutipan lain atau dibuat versi lebih pendek untuk medsos?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *