PANGKALPINANG, LBC – Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Pangkalpinang, B. Suharto, menjelaskan kondisi terkini Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) dan program Bedah Rumah di Kota Pangkalpinang.
Untuk Rusunawa yang berada di kawasan Rawa Kucing Pangkalpinang, Suharto mengatakan peminat hunian cukup tinggi, namun fasilitas yang tersedia belum optimal untuk menampung seluruh peminat.
“Saat ini dari kapasitas yang ada, sekitar 139 unit hunian sudah terisi. Unit hunian lainnya masih belum memungkinkan untuk dihuni karena membutuhkan perawatan dan perbaikan,” jelas B. Suharto.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota merencanakan perbaikan ruang hunian tersebut pada tahun 2024. Pemkot juga telah berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Penyediaan Perumahan (P2P) Sumatera V dan Satker Perumahan untuk mengajukan bantuan perbaikan serta usulan pembangunan Rusunawa baru.
Selain itu, diusulkan pula pembangunan Rusunawa di kawasan industri seperti daerah Ketapang untuk menampung para pekerja dan karyawan industri setempat.
Terkait Program Bedah Rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), B. Suharto menyampaikan bahwa Kota Pangkalpinang mendapatkan alokasi bantuan sebanyak 327 unit dari Kementerian PKP / Pemerintah Pusat.
Data penerima bantuan tersebut berasal dari verifikasi berbagai usulan, seperti pendataan Pemkot, kecamatan dan kelurahan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Kebudayaan, serta aspirasi DPR.
“Hingga saat ini sebanyak 86 unit rumah telah selesai diperbaiki, sementara sisanya masih dalam tahap pengerjaan,” ujarnya.
Program ini memberikan dana stimulan sekitar Rp20 juta, sehingga membutuhkan dukungan dana tambahan atau swadaya dari masyarakat penerima manfaat maupun dukungan dari Pemerintah Kota.
Pihaknya berharap pada tahun depan alokasi bantuan bedah rumah untuk Kota Pangkalpinang bisa meningkat, agar lebih banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang memiliki hunian layak.












