BANGKA, LBC – Dalam pidato kenegaraannya Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Panglima TNI serta Kapolri untuk untuk mengusut tambang timah ilegal, Presiden juga mengatakan tidak mungkin tambang ilegal berjalan tanpa ada beking, (14/08/2026).
Selain itu juga Presiden mengklaim jika Pemerintah Indonesia telah menutup ribuan tambang timah ilegal di Bangka Belitung.
“Akhir tahun lalu kita telah menutup 1000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung”, kata Presiden Prabowo saat pidato
Namun pernyataan Presiden Prabowo di bantah oleh Andre yang baru-baru ini membuka lokasi tambang di wilayah Belinyu tepatnya di Bukit Mang Kadir (red-orangsekitarmenyebutnya) Desa Riding Panjang Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka.
Dikutip dari bangkapedia.com, sumber mengatakan jika dalam menjalankan aktivitas pertambangan sumber menyebutkan Andre menggunakan alat berat jenis Ekskavator beserta mesin tambang dengan skala menengah.
“Kalau lokasi tambang tersebut memang milik Andre karena memang beliau lah yang stand by di lokasi tambang dan menggunakan alat berat Ekskavator”, ungkap sumber (16/10/2026).
Sumber juga menjelaskan jika tambang tersebut sebelumnya sempat ditutup karena kemarau hingga sulit mendapatkan pasokan air.
“Sempat tutup beberapa waktu lalu karena tidak ada air tapi informasinya sudah dibuka lagi”, jelasnya.
Sayangnya sumber kurang mengetahui siapa pembeli pasir timah hasil pertambangan milik Andre.
“Kalau timahnya dijual kemana saya kurang tahu”, tutupnya
Hingga berita ini ditayangkan media ini masih berupaya menghubungi Andre yang disebut sumber sebagai pemilik tambang serta pihak terkait lainnya.












