PANGKALPINANG LBC — Cakupan kepesertaan Universal Health Coverage (UHC) di Kota Pangkalpinang kini telah menyentuh angka 99 sekian persen. Dari total warga, tersisa sekitar 597 orang yang belum terdata sebagai peserta BPJS Kesehatan.
Wali Kota Pangkalpinang menyampaikan hal tersebut saat memfasilitasi kerja sama antara BPJS Kesehatan dengan Bank Sumsel Babel, Minggu, 10 Mei 2026. Menurutnya, keterlambatan pendataan sebagian warga disebabkan kendala administrasi saat petugas turun ke lapangan, seperti warga yang tidak membawa KTP saat didata.
“Sudah hampir 100% tinggal lagi sekitar 500 orang, 597 saya hitung tadi yang belum terdata UHC-nya. Dikarenakan faktor mereka ini ada yang waktu kita datang KTP-nya nggak ada, sehingga belum bisa dikatakan,” ujarnya.
Jaga keaktifan 82% jadi prioritas
Selain menuntaskan 597 warga yang belum terdata, tantangan besar berikutnya adalah mempertahankan keaktifan kepesertaan. Data saat ini menunjukkan dari 99% peserta UHC, yang aktif membayar iuran baru sekitar 82%.
“Yang kedua kita harus mempertahankan keaktifannya. Keaktifannya kita sekitar 82% dari 99 itu yang aktif 82%. Nah ini yang harus kita pertahankan,” kata Wali Kota. Ia menegaskan Pemkot menargetkan tingkat keaktifan tetap berada di atas 80% agar Pangkalpinang bisa terus bertahan sebagai daerah UHC prioritas.
Dorong CSR dunia usaha bantu bayar BPJS
Untuk menjaga tingkat keaktifan tersebut, Pemkot Pangkalpinang menggandeng dunia usaha melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR). Kerja sama dengan Bank Sumsel Babel menjadi langkah awal mendorong perusahaan-perusahaan membantu pembayaran iuran BPJS bagi masyarakat desil 1 sampai 5.
“Kami dorong bahwa dunia usaha untuk membantu melalui dana CSR mereka kepada pembayaran BPJS dari masyarakat desil 1 sampai 5 ini. Supaya kita terus bertahan di UHC prioritas dengan tingkat keaktifan 80% ke atas,” jelasnya.
Program bantuan iuran melalui CSR ini sudah mulai dijalankan bersama Bank Sumsel Babel. Ke depan, Pemkot akan terus mendatangi warga yang belum menjadi peserta BPJS.
“Saya sudah minta ke Dinas Sosial untuk mendatangi mereka supaya ikut,” tutupnya.











