BANGKA LBC – Seorang kader Partai Golkar Kabupaten Bangka, Ujang Supriyanto, menyoroti kondisi Ruang Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Bangka yang terkunci ganda dengan gembok saat jam kerja, Senin (29/06/26).
Ruang Fraksi Golkar DPRD Bangka Dikunci Ganda Saat Paripurna, Kader Protes

Menurut Ujang, ia berniat bersilaturahmi ke kawan-kawan di Fraksi Golkar DPRD Bangka. Namun saat tiba di gedung dewan, ruang fraksi justru dalam keadaan terkunci rapat dengan “kunci ganda”. Padahal saat itu DPRD sedang menggelar Rapat Paripurna di jam kerja.
“Kondisi ruang fraksi Golkar ini tertutup dengan kunci ganda atau alias digembok. Seharusnya ruangan fraksi itu pada jam kerja tetap ada, atau minimal ada staf fraksi yang stand by di situ,” kata Ujang.
Ia menilai kondisi ruang fraksi kosong saat Paripurna berlangsung sangat janggal. Menurutnya, sekalipun anggota dewan sedang mengikuti sidang, seharusnya tetap ada petugas fraksi yang berjaga di ruangan.
Ujang juga mempertanyakan alasan pengamanan ganda tersebut. Ia menduga pemasangan gembok tambahan dilakukan karena khawatir kehilangan barang. Namun baginya, hal itu justru menunjukkan kelemahan sistem pengamanan di DPRD.
“Ini bentuk kelemahan dari sistem yang ada di dewan. Ruang fraksi itu ruang untuk menerima aspirasi masyarakat. Kalau memang harus dikunci ganda dengan gembok, berarti keamanan di dewan ini diragukan,” ujarnya.
Ia menyebut kondisi itu menjadi catatan koreksi bagi pimpinan DPRD Kabupaten Bangka terkait sistem pengamanan ruangan dewan. Selain itu juga menjadi catatan penting bagi Ketua Fraksi Golkar dan DPD Golkar Bangka.
“Saya selaku kader Golkar sangat kecewa. Ini bukan tidak mungkin juga melemahkan fungsi Fraksi Golkar untuk menerima aspirasi yang datang di gedung DPRD,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Sekretariat DPRD Kabupaten Bangka maupun pengurus Fraksi Golkar terkait pemasangan kunci ganda di ruang fraksi tersebut.











