PANGKALPINANG LBC – Wakil Walikota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna, S.E., M.Mmenyampaikan hasil rapat koordinasi dengan Menteri Dalam Negeri, Rabu 20 Mei 2026.
Dalam kesempatan itu, Pemkot Pangkalpinang resmi meluncurkan Gerakan Ketoro Surung Ketapang sebagai langkah pengendalian inflasi jelang Idul Adha. Gerakan ini merupakan tindak lanjut dari hasil Rakor TPID Kota Pangkalpinang bersama seluruh instansi terkait.
“Kita launching Gerakan Ketoro Surung Ketapang, gerakan pengendali inflasi TPID Kota Pangkalpinang. Dalam rangka menjelang Idul Adha, kita akan turun ke lapangan,” ujar Dessy.
Ia menyebut beberapa komoditas mulai mengalami kenaikan harga, seperti cabai dan daging. Karena itu, Pemkot akan memantau langsung harga beras dan minyak goreng di lapangan.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Menteri Dalam Negeri dan Peraturan Walikota Pangkalpinang tentang metode kerja TPID dalam menekan inflasi.
Berkat kolaborasi TPID dan seluruh instansi, Pangkalpinang saat ini berada di peringkat ke dua dari 96 kabupaten dan kota dari seluruh Indonesia dengan inflasi terendah 0,76%. Angka ini menunjukkan penurunan yang signifikan.
“Ada dalam Keputusan Walikota menetapkan 4 metode utama pengendalian inflasi antara lain ketersediaan pangan, keterjangkauan harga, operasi pasar murah, kelancaran distribusi, serta komunikasi data,” jelasnya.
Dessy menegaskan, Pemkot Pangkalpinang akan terus memantau dan mengambil tindakan cepat agar harga kebutuhan pokok tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat.











