SUNGAILIAT LBC – Anggota DPRD Kabupaten Bangka dari Fraksi PKS, Yusrizal, menggelar reses di Kantor Lurah Kuday, Minggu (26/4). Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya pendidikan politik dan peran DPRD sebagai penyalur aspirasi masyarakat.
“Dalam sistem demokrasi, kekuasaan dibagi tiga. Kami di legislatif bertugas mengawasi dan menyampaikan aspirasi. Eksekutor pembangunan adalah pemda. Jadi sampaikan saja apa yang jadi keluhan bapak-ibu, kami catat untuk dibawa ke rapat paripurna,” ujar Yusrizal di hadapan warga.
Ia meminta warga tidak sungkan menyampaikan persoalan di lapangan, mulai dari sulitnya akses pendidikan, lapangan kerja, hingga infrastruktur. “Kita diskusi seperti keluarga. Apa yang jadi keluhan, sampaikan. Kami wakil bapak-ibu,” tegasnya.
Soroti Minimnya Belanja Pembangunan
Yusrizal kemudian memaparkan kondisi fiskal Kabupaten Bangka berdasarkan Laporan Pertanggungjawaban Bupati 2025. Total APBD disebut mencapai Rp1,087 triliun.
Dari jumlah itu, belanja operasional dan gaji pegawai mencapai Rp560 miliar. Sementara belanja modal untuk pembangunan hanya Rp78 miliar.
“Artinya 92,5% APBD terserap untuk gaji dan honor pegawai. Pembangunannya hanya 7,5%. Ini sebabnya kita sulit bicara soal perbaikan jalan, jembatan, atau rumah sakit,” jelasnya.
Menurut dia, kondisi ini menempatkan Bangka di peringkat 9 terbawah dari 34 provinsi dalam hal porsi belanja pembangunan.
Harap Perbaikan 2027 Sesuai UU HKPD
Yusrizal menyebut UU No. 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah menjadi harapan baru. Aturan itu membatasi belanja pegawai maksimal 30% dari APBD dan wajib dipenuhi paling lambat 2027.
“Saat ini kita masih di atas 50%. Kalau aturan ini jalan, ruang pembangunan bisa naik. Bupati juga sudah berjanji tidak ada program untuk kepentingan pemilihan,” katanya.
Ia menutup sambutan dengan mengingatkan pemda agar menghormati sistem demokrasi dan memprioritaskan pembangunan berbasis aspirasi masyarakat.
“Gaji pegawai memang menghidupkan ekonomi, tapi pembangunan infrastruktur yang bisa meningkatkan daya beli. Itu yang harus digalakkan,” pungkasnya.











