PANGKALPINANG, LBC — Pemerintah Kota Pangkalpinang terus menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai strategi pengendalian inflasi dan menjaga ketersediaan stok bahan pangan.
GPM yang ke-13 kali ini dilaksanakan di Kelurahan Temberan, Kecamatan Taman Sari, dan dipantau langsung oleh Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Kota Pangkalpinang, Juhaini.
Kegiatan ini diikuti oleh Bulog yang menjual beras SPHP sebanyak 2 ton, distributor cabai, bawang, serta agen telur ayam. Seluruh produk komoditas tersebut dijual dengan harga distributor untuk meringankan beban masyarakat, terutama dalam menghadapi musim penghujan dan fluktuasi harga beberapa komoditas.
Juhaini menjelaskan, penyelenggaraan GPM ini terdiri dari dua jenis, yaitu yang bersifat mandiri yang bekerja sama dengan Bank Indonesia dan yang menggunakan APBD.
“Hingga saat ini total sudah ada 13 kali pelaksanaan dari target maksimal 24 kali GPM di Kota Pangkalpinang pada tahun 2026-2027,” ujarnya.
Hal ini menjadi strategi pemerintah kota dalam mengendalikan inflasi melalui ketersediaan stok bahan pangan agar harga tetap terjangkau bagi masyarakat.












