PANGKALPINANG, LBC — Pemerintah Kota Pangkalpinang memperkuat sinergi lintas sektor dalam pengendalian penyakit menular dan integrasi pelayanan kesehatan primer. Hal ini ditandai dengan dibukanya acara Sosialisasi Lintas Program dan Lintas Sektor dalam rangka Penguatan Penanggulangan AIDS, Tuberkulosis (TB), Malaria, dan Hepatitis (ATM) Tahun 2024, Selasa (3/11/26).
Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai langkah nyata mendukung Implementasi Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) di wilayah Kota Pangkalpinang.
Dalam sambutannya, Wali Kota Pangkalpinang menyampaikan bahwa penerapan kebijakan ILP merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk menjalankan salah satu pilar transformasi kesehatan nasional.
Ada tiga fokus utama dalam integrasi pelayanan kesehatan primer ini, yaitu:
1. Penerapan siklus hidup sebagai fokus utama integrasi pelayanan kesehatan.
2. Perluasan layanan kesehatan hingga ke tingkat jaringan kelurahan.
3. Penguatan pemantauan wilayah setempat melalui penggunaan dashboard situasi kesehatan di tingkat kelurahan.
Data Kasus ATMH Hingga September 2024
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang hingga September 2024, tercatat sejumlah kasus penyakit menular yang memerlukan perhatian serius.
Untuk kasus HIV/AIDS, ditemukan 48 kasus baru HIV yang terdiri dari 16 perempuan dan 32 laki-laki, di mana 28 kasus di antaranya berada pada kelompok LSL (Lelaki Seks Lelaki). Selain itu terdapat 20 kasus AIDS dan 3 orang pasien HIV/AIDS meninggal dunia.
Sementara untuk Tuberkulosis (TB) tercatat sebanyak 50 kasus TB, dengan 15 kasus koinfeksi TB-HIV. Untuk Malaria terdata sebanyak 19 kasus, dan Hepatitis B ditemukan 14 kasus pada ibu hamil dengan hasil reaktif.
Dorong Kolaborasi Bersama
Pemerintah Kota Pangkalpinang menegaskan penanganan isu kesehatan tidak hanya menjadi tugas Dinas Kesehatan semata.
Diperlukan dukungan kolektif dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, sektor swasta dan BUMN melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), BAZNAS, lembaga keagamaan, serta komunitas masyarakat lokal untuk menekan angka penyebaran penyakit tersebut.
Melalui sosialisasi lintas sektor ini, diharapkan integrasi layanan primer dapat berjalan optimal dan target eliminasi penyakit menular di Kota Pangkalpinang dapat tercapai.












