Bupati Bangka Siap Menerima Pendemo Dari Almaster

SUNGAILIAT LBC – Rencananya pendemo yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Terzalimi (Almaster) akan menggelar aksi demontrasi di Kantor Bupati Bangka pada Kamis (6/8/2026).

 

Aksi demontrasi tersebut terkait realisasi kebun plasma perkebunan sawit di PT Gunung Maras Lestari (GML) sebesar 20 persen.

 

Mengenai adanya aksi demontrasi yang dilakukan Almaster tersebut, Bupati Bangka Fery Insani menyatakan siap menerima aspirasi yang akan disampaikan masyarakat.

 

“Namanya orang menyampaikan pendapat itu saya terima. Mudah-mudahan saya tidak keluar daerah,” kata Fery usai rapat paripurna di DPRD Kabupaten Bangka, Senin (2/8/2026).

 

Dia menegaskan siap menjawab apa yang disampaikan masyarakat dan tidak ada yang ditutup-tutupi.

 

“Begitu lah hidup ini kalau kita benar, katakan benar tidak usah takutlah hidup ini, hadapi saja. Saya sudah jelaskan dengan secara jujur,” jawab Fery.

 

Dia menyatakan komitmennya untuk penyelesaian konflik terkait PT GML melalui penyediaan Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat Sekitar (FPKMS) dari kebun inti tanpa beban utang bagi para petani.

 

Mantan Sekda Bangka ini menyebutkan polanya dengan FPKMS di mana pihak perusahaan wajib membangun kebun masyarakat seluas 20 persen dari total area kebun yang mereka usahakan.

 

“Polanya FPKMS walaupun bentuknya memotong kebun inti. Itu salah satu yang disetujuinya karena selama ini disebut plasma. Plasma ini tidak dikenal lagi nomenklaturnya. Selama ini juga petani dikenakan utang jadi sekarang tidak ada,” jelas Fery.

 

Menurutnya jika koperasi sudah terbentuk serta Calon Penerima dan Calon Lahan (CPCL) sudah ada sesuai dengan surat keputusan (SK) Bupati Bangka maka program ini akan segera terealisasikan.

 

Dia menyebutkan akan menjelaskan skema FPKMS tersebut kepada masyarakat.

 

“Saya sendiri saja tidak masalah. Saya akan jelaskan, tidak ada yang kita tutup-tutupi,” tegas Fery.

 

Terkait skema FPKMS ini dia sudah meminta legal opinion (pendapat hukum) dari pihak Kejaksaan Negeri Bangka.

 

Namun dia mengimbau agar aksi demontrasi tersebut dilakukan sesuai aturan dan tidak anarkis.

 

“Bagi saya tidak apa-apa, orang menyampaikan pendapat saya terima. Bupati lari, nggak ada itu,” tegasnya.

 

Diakuinya, permasalahan PT GML ini ibarat benang kusut dan dia sebagai kepala daerah berusaha menguraikannya sehingga adanya solusi yang menguntungkan semua pihak

 

“Sebenarnya sudah kelihatan arahnya mau kemana. Tinggal persepsi orang masing-masing lah yang jelas mereka akan dapat FPKMS tadi dan tidak punya utang. Ini agak unik, jadi GML plasma tanpa utang,” kata