PANGKALPINANG LBC— Hasil Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi minggu ketiga September 2026 yang dipimpin Sekjen Kementerian Dalam Negeri Tom Sihohir mengungkapkan beberapa daerah mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH), Senin (21/9/26).
Untuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, posisi IPH masih berada di peringkat ketiga tertinggi di tingkat provinsi, namun secara umum harga komoditas masih terkendali.
Hal tersebut disampaikan Kabag Perekonomian dan SDA Kota Pangkalpinang, Rico Ari Putra, usai mengikuti rakor pengendalian inflasi.
“Untuk Bangka Belitung sendiri sementara kita masih aman. Kendati kita di posisi ketiga untuk IPH tertinggi di tingkat provinsi, namun secara keseluruhan untuk harga komoditas-komoditas yang rentan IPH-nya naik, sementara ini di minggu ketiga masih terkendali,” ujar Rico.
Ia mencatat, ada tiga komoditas yang perlu mendapat perhatian khusus karena rentan mengalami kenaikan harga, yakni cabai merah, cabai rawit, dan daging ayam.
Untuk Kota Pangkalpinang sendiri, sejauh ini belum ada catatan khusus dari Kemendagri. Kendati harga daging ayam di pasaran berkisar Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram, namun belum menjadi poin krusial.
“Untuk daging ayam masih di kisaran harga 45 sampai 50 ribu, tapi belum menjadi poin krusial karena mengingat harga daging ayam secara nasional juga mengalami peningkatan,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi kenaikan IPH daging ayam tersebut, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Biro Perekonomian akan mengundang seluruh kabupaten/kota pada Selasa besok untuk membahas persoalan daging ayam yang IPH-nya mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga pola konsumsi, terutama cabai, yang saat ini rentan naik akibat cuaca kemarau dan distribusi dari daerah penghasil yang agak terhambat.
“Jadi amanlah, masih aman, Insyaallah masih aman,” pungkas Rico.












