PANGKALPINANG LBC – Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pahlivi Syahrun menegaskan belum menerima informasi detail mengenai perkembangan teranyar proses seleksi Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ia pun mengingatkan agar catatan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) harus jadi pertimbangan dalam menentukan siapa yang jadi Sekda.
“Secara prosedur menurut kami sudah sesuai, pengusulannya sudah berjenjang. Kami sudah cek ke BKN, hanya saja perkembangan terbaru seperti apa kami belum terima,” kata Pahlivi, Jumat (7/8/2026).
Menurut Pahlivi, nama-nama yang disampaikan ke BKN dicek atau diperiksa. Kemudian diberi catatan-catatan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan.
“Catatan-catan dari BKN harus jadi pertimbangan dalam menentukan Sekda Babel. Catatan itu terkait track record. Misalnya apakah pernah tersangkut korupsi, pelanggaran sebagai ASN, atau lainnya. Ini semua demi profesionalisme, apalagi jabatan sekda adalah jabatan tingi ASN,” kata Pahlivi.
Soal apa saja yang menjadi catatan dari BKN terhadap nama-nama calon sekda yang diajukan, Pahlevi tidak merincinya.
“Kami kan tidak sedetail itu. Yang pasti, intinya harus diperhatikan dalam pengambilan keputusan akhir nantinya. Harus yang terbaik lah, yang bisa bekerja, memimpin banyak ASN atau pegawai Pemprov Babel,” ujarnya.












