SUNGAILIAT LBC – Anggota DPRD Kabupaten Bangka dari Fraksi PDIP, Rizal Mustaktim, menggelar kegiatan reses di Gedung KNPI Kabupaten Bangka, Minggu (16/8/2026). Kegiatan ini menjadi ruang bagi pemuda dan masyarakat untuk menyampaikan langsung aspirasi kepada wakil rakyat.
Rizal menjelaskan, reses merupakan fungsi utama anggota DPRD untuk menampung dan mendengarkan aspirasi. Hasil dari pertemuan ini nantinya akan dimasukkan ke dalam sistem PDW secara online agar bisa ditindaklanjuti oleh Pemerintah Daerah.
“Malam ini kita gunakan reses di KNPI untuk menyerap aspirasi kawan-kawan. Ini bentuk konsolidasi kita. Biar tidak ada anggapan perwakilan kurang peduli. Saya juga Sekjen KNPI, jadi punya tanggung jawab untuk mendengar langsung keluhan dari lokasi maupun pengurus DPD KNPI,” kata Rizal.
Tugas di Komisi III dan Capaian 2 Tahun
Dalam kesempatan itu, Rizal yang sudah hampir 2 tahun menjabat di DPRD Kabupaten Bangka, juga memaparkan tugasnya sebagai anggota Komisi III. Komisi III bermitra dengan beberapa Dinas di Pemkab Bangka antara lain Dinas PUPR, Dinas Perikanan, Bappeda, dan Dinas Perhubungan dan lainnya.
Selama menjabat, ia menyoroti 3 isu besar di wilayah mitra kerjanya:
1. Pertambangan: Meski kewenangan sudah diambil alih pusat, DPRD tetap berupaya mempercepat pengajuan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) di Kabupaten Bangka. Saat ini masih tahap konsultasi dengan Kementerian ESDM.
2. Jalan Rusak: Data di lapangan menunjukkan hampir 30 persen jalan di Kabupaten Bangka perlu perbaikan.
3. Lampu Jalan: Komisi III telah berkoordinasi dengan PLN untuk percepatan migrasi lampu jalan dari sistem prabayar ke pascabayar. Ketentuannya, Pemkab Bangka siap membayar. Hingga saat ini sudah 45 titik lampu jalan yang berganti ke sistem pascabayar agar tidak ada lagi alasan lampu mati karena token habis.
Aspirasi Pemuda yang Disampaikan
Ketua KNPI Kabupaten Bangka dalam sambutannya menyampaikan bahwa DPRD, khususnya Rizal yang juga pengurus KNPI, bisa menjadi jembatan penyampaian aspirasi ke Pemkab Bangka.
Beberapa masalah utama yang disoroti pemuda dalam reses ini:
1. Kesejahteraan ASN: Kapan realisasi penambahan gaji tenaga outsourcing dan PPPK oleh Bupati Bangka.
2. Semangat Kepemudaan: Semangat pemuda yang dinilai mulai berkurang.
3. Kekurangan Guru: Banyak guru yang pensiun sehingga satu guru harus mengajar di dua kelas. Pemuda menilai masih kurangnya perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan.
Rizal menegaskan, semua aspirasi yang masuk akan menjadi atensi bersama. “Ini perjuangan kita semua”. Tadi sudah saya sampaikan, ada masalah guru, masalah pemuda, dan lain-lain. Nanti kawan-kawan mahasiswa juga boleh bertanya apa saja, soal sosial, politik, ekonomi,” ujarnya.
Ia menutup reses dengan mengajak pemuda tetap kompak dan aktif mengawal kebijakan pemerintah. Hasil reses ini selanjutnya akan diperjuangkan melalui Pokok-Pokok Pikiran DPRD dan dibahas bersama OPD terkait.












